FORM PENDAFTARAN

Untuk memudahkan proses verifikasi, nomor telpon wajib diisi

KODE ETIK PERUSAHAAN

PT. PANSAKY BERDIKARI BERSAMA

PEMBUKAAN

Dalam rangka menciptakan iklim usaha yang sehat dan kondusif serta untuk
Bahwa dalam rangka menciptakan iklim usaha yang sehat dan kondusif serta untuk menjaga hak-hak dan kepentingan Mitra Usaha dalam menjalankan bisnis Multi Level Marketing PT. PANSAKY BERDIKARI BERSAMA dan sesuai dengan ketentuan Peraturan Menteri Perdagangan Republik Indonesia No. 32/M-DAG/PER/8/2008 tentang penyelenggaraan Kegiatan Usaha Perdagangan dengan Sistem Penjualan Langsung, maka Perusahaan perlu membuat suatu ketentuan kode etik yang wajib diikuti oleh seluruh Mitra Usaha PT. PANSAKY BERDIKARI BERSAMA. Kode Etik Perusahaan PT. PANSAKY BERDIKARI BERSAMA ini (selanjutnya disebut “Kode Etik”) merupakan ketentuan-ketentuan yang mengatur tentang hubungan hukum hak dan kewajiban, serta tanggung jawab antara PT PANSAKY BERDIKARI BERSAMA (selanjutnya disebut “Perusahaan”) dengan Mitra Usaha, dalam mengembangkan bisnis Perusahaan melalui sistem Multi Level Marketing (selanjutnya disebut “MLM”). Kode Etik inibertujuan untuk melindungi serta menjaga keharmonisan para Mitra Usaha dalam menjalankan kegiatan usahanya sehinggga tercipta Mitra Usaha yang mandiri dan sesuai dengan visi, misi, dan nilai-nilai Perusahaan. Sebagai acuan Mitra Usaha dalam mengembangkan bisnis Perusahaan serta meningkatkan citra Perusahaan dalam lingkup kegiatan MLM pada khususnya, dan dalam industri directselling pada umumnya, Kode Etik ini diharapkan dapat mendukung Mitra Usaha dalam kegiatan bisnis Perusahaan dengan berasaskan kebebasan, non-diskriminasi, persamaan, serta menjunjung tinggi hak Mitra Usaha, sepanjang tidak bertentangan dan/atau melanggar peraturan perundang-undangan yang berlaku maupun ketentuan Kode Etik ini. Bahwa kebebasan yang diberikan kepada Mitra Usaha dalam pengembangan bisnis Perusahaan dimaksudkan untuk mendukung kebebasan berbisnis Mitra Usaha untuk mengembangkan usahanya, sepanjang aktifitas bisnisnya tersebut tidak menimbulkandan/atau mempengaruhi dan/atau menimbulkan ketidakharmonisan/ keresahan antar Mitra Usaha. Bahwa dalam rangka melindungi maksud dan tujuan Perusahaan, maka bilamana diperlukan, Perusahaan mempunyai hak penuh untuk memperbaharui dan/atau menambah, menghapus seluruh dan/atau sebagian, dan/atau mengesampingkan ketentuan-ketentuan Kode Etik ini. Bahwa dengan memahami dan mematuhi Kode Etik ini, maka diharapkan Mitra Usaha PT. PANSAKY BERDIKARI BERSAMA dapat menjadi seorang usahawan yang bertanggung jawab mempunyai etika yang baik serta disiplin yang tinggi sehingga akan meningkatkan citra PT. PANSAKY BERDIKARI BERSAMA dan Mitra Usaha di mata masyarakat.


BAB I

KETENTUAN UMUM

Dalam Kode Etik ini, yang dimaksud dengan:

1. Perusahaan, adalah PT. Pansaky berdikari Bersama, suatu Perseroan Terbatas yang didirikan berdasarkan peraturan perundang-undangan Republik Indonesia di wilayah Hukum Indonesia, yang berkedudukan di Surabaya dan bergerak dalam usaha perdagangan dengan sistem Multi Level Marketing (MLM).
2. Mitra Usaha adalah perorangan yang telah memenuhi syarat-syarat keanggotaan sebagaimana ditetapkan oleh Perusahaan dan telah terdaftar secara resmi sebagai anggota jaringan pemasaran MLM Perusahaan, telah mendapat nomor keanggotaan, serta mempunyai hak dan kewajiban yang ditetapkan oleh Perusahaan. .
3. Masa Keanggotaan adalah jangka waktu berlakunya keanggotaan Mitra Usaha selama 2 (dua) tahun, terhitung sejak tanggal dikeluarkannya nomor keanggotaaan oleh Perusahaan..
4. Bisnis adalah suatu kegiatan usaha wiraswasta yang dilakukan secara mandiri oleh Mitra Usaha, berupa menjual produk-produk resmi Perusahaan termasuk namun tidak terbatas pada rekruitmen dan pembinaan anggota.
5. Rencana Pemasaran (Marketing plan) adalah rencana yang diprogramkan dan ditetapkan oleh Perusahaan sebagai rencana pemasaran, yang berkaitan dengan metode untuk memperoleh imbalan dalam bisnis MLM, dimana dalam program tersebut diberikan keterangan tata cara menjalani Bisnis serta tata cara perhitungan perolehan/masukan yang didapat oleh Mitra Usaha, Perusahaan berhak untuk menyempurnakan Rencana Pemasaran sesuai perkembangan demi kepentingan bersama antara Mitra Usaha dan Perusahaan.
6. Sales Kit adalah panduan yang diberikan oleh Perusahaan kepada Mitra Usaha baru yang berisi antara lain: Kode Etik, Rencana Kompensasi, Daftar Harga, Buku Produk, dan Brosur Produk.
7. Sponsor: adalah Mitra Usaha yang telah merekrut calon Mitra Usaha untuk menjadi Mitra Usaha Perusahaan dan bertanggung jawab serta mensponsori calon Mitra Usaha baru tersebut.
8. Downline adalah orang yang direkrut oleh Mitra Usaha untuk menjadi Mitra Usaha dan masuk dalam garis sponsor.
9. Upline adalah Mitra Usaha yang berada tepat di atas Mitra Usaha yang ditempatkan Sponsor.
10. Konsumen adalah pihak pembeli yang mengonsumsi produk Perusahaan.
11. Produk adalah semua barang dan/atau alat bantu usaha lainnya, yang secara resmi disediakan oleh Perusahaan untuk diperjualbelikan kepada Mitra Usaha.
12. Bonus adalah suatu nilai yang diberikan oleh Perusahaan kepada Mitra Usaha yang telah qualified berdasarkan perhitungan tertentu dari jumlah dan nilai penjualan Mitra Usaha.
13. Reward adalah penghargaan yang diberikan oleh perusahaan kepada Mitra usaha yang berprestasi, yang memenuhi syarat -syarat tertentu.
14. Qualified adalah: a. Peristiwa dimana Mitra Usaha baru membeli untuk pertama kali sebanyak minimal 5 produk atas nama pribadi; atau b. Peristiwa dimana seorang Mitra Usaha memiliki 2 Mitra Usaha diposisikiridan 2 Mitra Usaha diposisi kanan yang masing-masing membeli minimal 1 (satu) produk.
15. Bukti pembayaran berupa bukti transfer dari perusahaan.
16. Kode Etik adalah ketentuan-ketentuan yang ditetapkan oleh Perusahaan terkait hubungan hukum, hak, dan kewajiban, serta tanggung jawab Mitra Usaha kepada Perusahaan, yang dapat diubah/direvisi dari waktu ke waktu oleh Perusahaan. Kode Etik ini hanya berlaku di wilayah Negara Republik Indonesia.
17. Renewal adalah perpanjangan masa keanggotaan Mitra Usaha, sebagaimana ditetapkan dalam Kode Etik dan Peraturan Perusahaan.
18. Transfer adalah pengalihan hak keanggotaan seorang Mitra Usaha kepada Calon Mitra Usaha, sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan Perusahaan.
19. Jaringan adalah Mitra Usaha tertentu yang berada dalam kelompok yang bersangkutan/terafiliasi.
20. Stokis adalah pusat disribusi produk yang dikelola Mitra Usaha dengan investasi Produk senilai tertentu yang ditetapkan Perusahaan.
21. Pihak Manajemen adalah orang-orang yang secara resmi merupakan pimpinan Perusahaan.
22. Harga satuan adalah harga yang telah ditetapkan oleh Perusahaan untuk suatu Produk.
23. Formulir Permohonan Mitra Usaha adalah formulir yang harus diisi oleh calon Mitra Usaha sebelum yang bersangkutan diterima menjadi Mitra Usaha
24. Formulir Pengembalian Produk adalah formulir yang harus diisi oleh Mitra Usaha dan atau Konsumen bila ingin mengembalikan Produk.
25. Formulir Perubahan Data Mitra Usaha adalah formulir yang harus diisi oleh Mitra Usaha apabila terjadi perubahan terhadap data Mitra Usaha.
26. Karyawan adalah karyawan Perusahaan dan bukan merupakan Mitra Usaha serta tidak berhak untuk menjalankan Bisnis Perusahaan.
27. Keuangan Langsung adalah selisih antara harga Mitra Usaha dengan harga konsumen yang menjadi hak Mitra Usaha.
28. Pemerintah adalah instansi pemerintah yang berwenang dalam hal perijinan usaha dan pengawasan usaha.

BAB II

SYARAT DAN KETENTUAN MITRA USAHA

1. Perorangan sebagai calon Mitra Usaha harus di Sponsori oleh Mitra Usaha yang telah terdaftar sebagai Mitra Usaha Perusahaan dengan wajib melakukan pendaftaran secara online dan melakukan pembayaran paket pendaftaran dan melakukan pembayaran pendaftaran sebesar Rp. 5.000,-
2. Perusahaan memberikan tenggang waktu selama 10 (sepuluh) hari kerja kepada calon Mitra Usaha untuk memutuskan menjadi Mitra Usaha atau membatalkan pendaftaran dengan mengembalikan alat bantu penjualan (stater kit) yang telah diperoleh dalam keadaan semula dan bonus yang sudah diterima.
3. Perusahaan berhak untuk menerima atau menolak Formulir Pendaftaran Mitra Usaha, tanpa dibebankan kewajiban untuk memberikan penjelasan kepada pihak manapun terkait keputusan menerima atau menolak Formulir Pendaftaran Mitra Usaha tersebut.
4. Syarat-syarat untuk menjadi Mitra Usaha, adalah sebagai berikut:
a. Warga Negara Indonesia berusia minimal 18 (delapan belas) tahun, berdasarkan bukti Kartu Tanda Penduduk (KTP) atau dokumen lain yang dapat diterima oleh Perusahaan.
b. Bagi calon Mitra Usaha yang berusia dibawah 18 (delapan belas) tahun, wajib melampirkan surat persetujuan dair orang tua. Apabila orang tua dari calon Mitra Usaha tersebut adalah seorang Mitra Usaha, maka calon Mitra Usaha tersebut akan ditempatkan di dalam jaringan orang tuanya.
c. Sehat jasmani dan rohani serta tidak dicabut hak-haknya sebagai Warga Negara Indonesia.
d. Mengisi formulir permohonan Mitra Usaha dengan benar dan lengkap
e. Bukan karyawan dan/atau anggota keluarga karyawan Perusahaan (suami/istri/anak) atau perusahaan lain yang terklarifikasi seluruh perusahaan yang tergabung dalam satu grup.
f. Tidak sedang terlibat perkara pidana di wilayah hukum Republik Indonesia.
g. Apabila Mitra Usaha yang satu melangsungkan perkawinan dengan Mitra Usaha lain, maka seluruh jaringannya menjadi tanggung jawab masing-masing. Dengan ketentuan bahwa jaringan/downline Mitra Usaha yang satu tidak bisa dipindahkan ke jaringan/downline Mitra Usaha pasangannya.
h. Apabila pasangan menikah Mitra Usaha sesuai dengan keputusan pengadilan bercerai, maka yang berhak atas keanggotaannya sebagai Mitra Usaha adalah yang mempertahankan nomor keanggotaannya dan jaringan/downlinenya.
i. Dengan disetujuinya calon Mitra Usaha menjadi Mitra Usaha, maka yang bersangkutan terikat dengan ketentuan-ketentuan dan/atau peraturan-peraturan, baik Kode Etik maupun Peraturan lain yang ditetapkan oleh Perusahaan.


BAB III

HAK DAN KEWAJIBAN MITRA USAHA

Mitra Usaha dalam aktifitasnya mempunyai hak-hak dan kewajiban sebagai berikut:

1. Hak-hak Mitra Usaha:
a. Berhak untuk mendapatkan kesempatan yang sama tanpa adanya pembedaan dari Perusahaan.
b. Berhak membeli produk-produk yang memiliki nilai untuk penghitungan bonus dengan harga sebagai Mitra Usaha yang disertai bukti pembayaran yang sah untuk setiap produk oleh Perusahaan.
c. Berhak mendapatkan bonus sesuai dengan ketentuan yang tercantum dalam Rencana Pemasaran (Marketing Plan) dan keuntungan langsung dari penjualan sesuai dengan ketentuan yang diberlakukan Perusahaan.
d. Berhak mensponsori calon Mitra Usaha baru dan mengembangkan downline dalam jumlah tidak terbatas.
e. Berhak mendapatkan nomor keanggotaan.

f. Berhak mendapatkan layanan informasi dan pembelian produk baik di Perusahanaan maupun di Stokis yang terdaftar di Perusahaan.
g. Berhak memperoleh peringkat tertentu setelah memenuhi persyaratan yang ditentukan Perusahaan serta mendapatkan jenjang karier dan menikmati penghasilan sesuai dengan pencapaian dengan ketentuan yang diberlakukan Perusahaan.
h. Berhak mengikuti pelatihan-pelatihan (seminar) yang diselenggarakan dan menghadiri acara-acara yang diselenggarakan oleh Perusahaan.
i. Berhak mewariskan keanggotaannya kepada ahli waris yang sah yang ditunjuk atau ditetapkan.
j. Berhak menempatkan Mitra Usaha yang disponsorinya sesuai dengan dimana ia ingin menempatkannya. Namun apabila akan ditempatkan di bawah Mitra usaha lain, maka harus sepengetahuan Mitra Usaha yang bersangkutan sebagaiup-line.
2. Kewajiban-kewajiban Mitra Usaha:
a. Menjalankan binis dan aktifitas bisnisnya berdasarkan etika berbisnis yang baik sebagaimana umumnya dan sesuai dengan Kode Etik maupun ketentuan-ketentuan lain yang diberlakukan oleh Perusahaan.
b. Menjaga dan meningkatkan reputasi dan nama baik perusahaan dimata masyarakat dan menghindari tindakan-tindakan atau sikap yang akan merusak citra Perusahaan dan Mitra Usaha lainnya.
c. Jujur atas segala tindakan yang berhubungan dengan ke Mitra Usahaan.
d. bertanggung jawab kepada:
- Perusahaan, dengan mematuhi Kode Etik dan Peraturan Mitra Usaha yang ditetapkan oleh Perusahaan.
- Downline, dengan memberikan pelatihan, pengetahuan, dan membantu kesuksesan downline.
- Upline dan Sponsor, dengan mendukung strategi untuk kemajuan bersama.
- Konsumen, dengan memberikan pelayanan yang terbaik demi kepuasan konsumen.
e. Adil dalam hal:
- Membantu downline untuk kemajuan usaha bersama.
- Memberikan penghargaan kepada Downline yang berhasil melakukan penjualan terbanyak.
- Melayani Konsumen sebaik-baiknya.
- Menyelesaikan masalah yang terjadi di jaringan Mitra Usaha.
f. Loyal terhadap:
- Up Line dan Sponsor, dengan tidak menyebarkan isu-isu yang tidak benar atau gosip.
- Downline, dengan memberikan pelatihan, pelayanan, dan konsultasi yang benar.
g. Menghindari perbuatan-perbuatan untuk mempengaruhi dan/atau mengambil (hijacking) Mitra Usaha dari jaringan lain, untuk dijadikan Downlinenya atau dimasukkan ke dalam jaringannya dengan cara dan alasan apapun.
h. Menghindari perbuatan mensponsori, menganjurkan, membujuk Mitra Usaha lain untuk pindah ke perusahaan lain dengan cara dan alasan apapun.
i. Mengikuti pendidikan dan training yang diadakan oleh Perusahaan maupun masing-masing jaringannya.
j. Mematuhi semua peraturan, persyaratan, sistem prosedur marketing plan, dan kebijakan yang ditetapkan oleh Perusahaan, baik dalam Kode Etik ini maupun dalam kebijkan kain yang diberlakukan oleh Perusahaan.
k. Untuk tidak akan menggunakan cara yang tidak baik dan tidak legal termasuk penipuan untuk mengembangkan bisnis Perusahaan.
l. Untuk tidak akan menjual produk dengan potongan harga atau menaikkan harga dari harga yang telah ditentukan oleh Perusahaan.
m. Untuk tidak akan menggunakan nama Perusahaan, informasi Perusahaan, dan buku-buku Perusahaan untuk kepentingan Perusahaan lain.

BAB IV

HAK DAN KEWAJIBAN PERUSAHAAN


1. Perusahaan mempunyai kewajiban sebagai berikut:
a. Menerbitkan harga jual produk dalam mata uang rupiah (Rp)
b. Melaksanakan pembinaan dan pelatihan untuk membentuk Mitra Usaha yang profesional.
Pembinaan dan pelatihan tersebut dilakukan dalam bentuk Sapphire Seminar yang diselenggarakan 1 kali dalam setahun (sekali dalam setahun).
c. Memberikan kesempatan yng sama kepada semua Mitra Usaha untuk beroperasi.
d. Memberikan kompensasi atas prestasi kerja para Mitra Usaha.
e. Memberikan pelatihan kepada Mitra Usaha tentang produk, cara bisnis dan pengembangan Mitra Usaha.
2. Perusahaan tidak akan melakukan hal-hal sebagai berikut:
a. Menjual barang secara tidak benar atau berbeda atau bertentangan dengan keadaan yang sebenarnya.
b. Perusahaan tidak akan menarik atau mendapatkan keuntungan melalui uang pendaftaran keanggotaan dalam jumlah yang besar, tidak rasional dan lebih dari 1 (satu) kali.
c. Mengharuskan Mitra Usaha untuk membeli barang dalam jumlah besar melebihi kemampuan menjual.
d. Melakukan perdagangan yang terkait dengan pemberian imbalan/kompensasi yang tidak wajar.
e. Melakukan kegiatan usaha perdagangan di luar ijin yang diberikan oleh pemerintah.
3. Perusahaan mempunyai hak sebagai berikut:
a. Memiliki Mitra Usaha yang loyal terhadap Perusahaandan mematuhi Kode Etik Perusahaan.
b. Melakukan kegiatan perdagangan di wilayah Negara Republik Indonesia melalui konsep Multi Level Marketing.
4. Apabila Mitra Usaha melakukan perbuatan-perbuatan yang dapat merusak reputasi Perusahaan, dan/atau menghambat kelangsungan bisnis Perusahaan, dan/atau mengakibatkan kerugian bagi Perusahaan, maka Perusahaan berhak untuk menempuh jalur hukum untuk menyelesaikan permasalahan dengan Mitra usaha tersebut.

BAB V

KEANGGOTAAN, SPONSORISASI, AKTIVITAS,
PRESENTASI, PRODUK, NAMA DAGANG DAN MEREK DAGANG, BONUS

1. Keanggotaan
a. Setiap Mitra Usaha hanya mempunyai 1 (satu) nomor keanggotaan, jika terdapat lebih dari satu nomor keanggotaan, maka Perusahaan akan menghapus nomor keanggotaan yang terakhir.
b. Hak Keanggotaan hanya milik Mitra Usaha yang bersangkutan dan tidak dapat dialihkan kepada pihak lain kecuali suami/istri yang bersangkutan. Segala hal yang berkaitan dengan penyalahgunaan kartu keanggotaan menjadi tanggung jawab Mitra Usaha sebagai pemegang kartu.
c. Masa keanggotaan Mitra Usaha adalah 2 (dua) tahunsejak diterimanya pendaftaran (sejak bergabung) dengan perusahaan dengan tenggang waktu untuk renewal selama 3 (tiga) bulan. Dengan terlewatnya masa tenggang waktu tersebut di atas, maka masa keanggotaan secara otomatis dan seketika berakhir.
d. Dalam hal renewal/perpanjangan masa keanggotaan, maka:
- Perusahaan tidak bertanggungjawab atas keterlambatan renewal yang terjadi karena kelalaian dan/atau kesengajaan Mitra Usaha.
- Mitra Usaha yang telah habis masa keanggotaanya dapat mendaftar kembali menjadi Mitra Usaha baru setelah melewati masa tunggu minimal 6 (enam) bulan, terhitung sejak tanggal berakhirnya masa keanggotaannya. Sehubungan dengan pendaftaran kembali tersebut, maka syarat dan ketentuan yang berlaku sama dengan syarat dan ketentuan pada saat pendaftaran menjadi seorang Mitra Usaha baru/awal.
- Setiap tahun Mitra Usaha hanya perlu melakukan pembelian minimum 1 (satu) paket produk untuk dapat mengaktifkan keanggotaan Mitra Usaha.
- Mitra Usaha yang telah mengundurkan diri atau yng dicabut keanggotaannya, dapat mendaftarkan kembali untuk menjaadi Mitra Usaha setelah 6 (enam) bulan sejak tanggal pemberhentian atau pengunduran dirinya, dan dalam masa 6 (enam) bulan tersebut yang bersangkutan tidak diperbolehkan untuk melakukan kegiatan bisnis Perusahaan baik secara langsung maupun tidak langsung.
e. Perubahan Data Mitra Usaha
- Perubahan terhadap data Mitra Usaha dimungkinkan apabila data probadi Mitra Usaha berubah dari data awal yang didaftarkan, seperti nomor KTP, alamat KTP, alamat surat menyurat, alamat email. Nomor telepon, nama ahli waris, informasi bank, dan sebagainya.
- Perubahan data dimaksud wajib dilaporkan secara resmi kepada Manajemen Perusahaan dengan mengisi dan menandatangani Formulir Perubahan Data Mitra Usaha.
- Mekanisme teknis pelaporan perubahan data Mitra Usaha diatur oleh Manajemen Perusahaan.
- Perusahaan berhak untuk menyimpan data Mitra Usaha, semua informasi prbadi dan data lainnya yang telah diserahkan oleh para Mitra Usaha.
f. Pengalihan keanggotaan Mitra Usaha
- Pengalihan keanggotaan Mitra Usaha berarti dialihkannya hak Mitra Usaha di Perusahaan kepada pihak lain.
- Mekanisme pengalihan hak usaha dari Mitra Usaha lama kepada calon Mitra Usaha baru diatur sebagai berikut:
Mitra Usaha lama wajib membuat surat pengunduran diri dan disetujui oleh Sponsornya, Calon Mitra Usaha baru mengisi Formulir Permohonan Mitra Usaha dan melampirkan fotokopi KTP, Manajemen Perusahaan berhak menerima atau menolak permohonan calon Mitra Usaha tersebut.
g. Pewarisan Keanggotaan
- Bila seorang Mitra Usaha tidak dapat melanjutkan usahanya karena meninggal dunia, maka keanggotaannya dapat diwariskan kepada ahli waris yang ditunjuk berdasarkan surat wasiat yang sah dibuat oleh Mitra Usaha tersebut semasa hidupnya. Jika terjadi tuntutan dari pihak lain, Perusahaan akan mentaati keputusan akhir dari pengadilan.
- Bila penerima warisan meninggal dunia, maka Perusahaan akan mengalihkan keanggotaan Mitra Usaha yang meninggal dunia tersebut kepada urutan penerima warisan terdekat sesuai dengan peraturan yang berlaku di Indonesia.
- Jika seorang penerima warisan masih berusia dibawah 17 tahun, maka akan ditunjuk seseorang menjadi walinya berdasarkan usulan keluarga terdekat sampai si penerima tersebut berusia 17 tahun.
- Jika si penerima warisan telah menjadi Mitra Usaha, maka ia wajib memilih salah satu keanggotaan dari kedua anggotaan tersebut.
2. Sponsorisasi
a. Mitra Usaha yang sah menurut Perusahaan dapat mensponsori calon Mitra Usaha.
b. Mitra Usaha tidak diperkenankan mensponsori karyawan perusahaan untuk menjaga keadilan pelayanan karyawan terhadap Mitra Usaha.
c. Mitra Usaha dilarang mempengaruhi, mengajak, atau merekrut downline Mitra Usaha lain untuk menjadi downlinenya dan/atau untuk didaftarkan kembali.
d. Mitra Usaha sebagai Sponsor tidak dibolehkan memperebutkan calon Mitra Usaha/member, dalam hal terjadinya ada dua orang atau lebih yang telah memprospek calon Mitra Usaha/member, maka keputusan untuk memilih sponsor diberikan kepada calon Mitra Usaha/member tersebut.
e. Mitra Usaha tidak diperkenankan mendaftarkan diri dengan mempergunakan nama orang lain dengan maksud untuk perpindahan garis Sponsor.
f. Mitra Usaha dapat mereferensikan Mitra Usaha baru kepada Perusahaan sesuai dengan Kode Etik dan Peraturan yang ditetapkan oleh Perusahaan.
g. Mitra Usaha sebagai sponsor harus memberikan petunjuk, arahan dan bimbingan yang benar kepada calon Mitra Usaha/member serta memberikan pembinaan setelah yang bersangkutan terdaftar sebagai Mitra Usaha/member.
h. Mitra Usaha sebagai sponsor tidak diperbolehkan memasang iklan untuk mencari distributor/member baru seolah-olah memberikan lowongan pekerjaan.
i. Kesalahan penempatan down-line: Harus diajukan dalam waktu paling lambat 2 (dua) hari kerja sejak penempatan downline tersebut, dengan syarat :
- Belum melakukan transaksi.
- Belum menempatkan Mitra Usaha/memperbarui di bawahnya.
j. Apabila Mitra Usaha hendak mengganti sponsornya atau akan pindah organisasi, maka Mitra Usaha tersebut harus mengundurkan diri sebagai Mitra Usaha dan menghentikan segala aktivitasnya yang berkaitan dengan Perusahaan selama masa waktu 6 (enam) bulan dan melakukan pendaftaran kembali melalui sponsor Mitra Usaha yang lain.
3. Aktivitas
a. Mitra Usaha dilarang bertindak sebagai wakil yang sah, agen, peserta usaha patungan atau Karyawan Perusahaan dalam menjalankan Bisnis atau menyatakan secara tersirat atas kewenangan untuk mengikat ataas nama Perusahaan, termasuk namun tidak terbatas pada memberikan peluang untuk menjadi Karyawan Perusahaan. Apabila Mitra Usaha melakukan hal tersebut, maka Mitra Usaha bertanggung jawab secara pribadi apabila timbul suatu akibat hukum atas tindakan tersebut.
b. Mitra Usaha adalah penyalur yang mandiri dan tidak mempunyai hubungan langsung dengan Perusahaan. Berdasarkan hal tersebut, maka Mitra Usaha tidak diijinkan mengatasnamakan Perusahaan dalam segala tindakan dan/atau berkaitan dengan pihak lain.
c. Mitra Usaha tidak dapat mengklaim bahwa ia mempunyai wilayah khusus dalam aktifitas Bisnisnya.
d. Mitra usaha dalam menjalankan aktifitas bisnisnya wajib melandaskan pada etika berbisnis yang baik sebagaimana umumnya dan berpedoman pada Kode Etik ini dan/atau peraturan lainnya yang ditetapkan oleh Perusahaan maupun aturan perundang-undangan yang berlaku di wilayah Republik Indonesia.
e. Bagi Mitra Usaha yang memutuskan untuk bekerja sama dengan pihak lain dalam mengelola Bisnis, maka Perusahaan tidak bertanggungjawab dan tidak akan mengintervensi dan bertindak sebagai mediator, apabila terjadi perselisihan antara Mitra Usaha dengan pihak lain tersebut. Perusahaan menyarankan kepada Mitra Usaha untuk mencari bantuan hukum guna membuat perjanjian kerja sama yang jelas dan terperinci. Mitra Usaha dengan ini menjamin dan membebaskan Perusahaan sehubungan dengan perselisihan antara Mitra Usaha dengan pihak lain berkaitan dengan kerjasama atas Bisnis tersebut.
f. Sesama Mitra Usaha dilarang membicarakan produk milik perusahaan lain maupun mengajak atau mempengaruhi Mitra Usaha lain untuk bergabung dengan perusahaan Multi Level Marketing (MLM) lain.
4. Presentasi
a. Mitra Usaha wajib menerangkan secara jujur dan lengkap produk Perusahaan dengan tidak memberikan jaminan secara tidak berdasar atas produk tersebut, kecuali sebagaimana tertera di dalam brosur-brosur dan bahan-bahan cetak resmi dari Perusahaan. Mitra Usaha wajib memegang pada komitmen Perusahaan terkait pengawasan mutu atas Produk.
b. Mitra Usaha tidak diperkenankan membuat pernyataan dan atau kesaksian, baik yang menyangkut tentang Produk dan ataupun program, yang bertentangan dengan ketentuan yang diberlakukan oleh Perusahaan.
c. Mitra Usaha tidak diperkenankan memberikan janji kepada calon Mitra Usahanya mengenai kelebihan dan/atau cara yang dibuat jaringan Mitra Usaha lain dan kemungkinan memperoleh penghasilan yang tidak rasional, dengan menggunakan Rencana Pemasaran Perusahaan.
5. Produk
a. Mitra Usaha wajib menjual Produk Perusahaan sesuai dengan harga yang telah ditetapkan.
b. Mitra Usaha tidak diperkenankan untuk mengemas ulang, menghapus, mencabut, merusak, mengganti segala lanel dan stiker yang tertera pada setiap kemasan Produk, brosur, ataupun alat bantu jual lainnya yang dikeluarkan Perusahaan yang dapat menimbulkan kesalahpahaman bagi Konsumen.
c. Mitra Usaha tidak diperkenankan dengan alasan apapun juga, menjual Produk yang sudah kadaluarsa atau rusak.
d. Mitra Usaha yang mempunyai toko, supermarket, dan/atau usaha penjualan eceran lain, harus menjalankan secara terpisah dengan usahanya. Mitra Usaha wajib menjamin konsumen untuk mengirim produk selaku Mitra Usaha (bukan sebagai pemilik toko/supermarket miliknya).
e. Perusahaan berhak untuk membatasi dan/atau menghentikan pembelian Produk Mitra Usaha dan/atau kelompok Mitra Usaha, apabila diketahui adanya indikasi/dugaan penimbunan produk untuk kepentingan pribadi dan/atau kelompok Mitra Usaha, dimana hal tersebut dapat mengganggu program Perusahaan.
f. Mitra Usaha hanya diberi hak untuk membeli produk dari Perusahaan
g. Jalur distribusi penjualan resmi Produk Perusahaan adalah counter penjualan di Kantor Pusat Perusahaan, Stokis, dan Mitra Usaha di seluruh Indonesia.
h. Mitra Usaha dilarang keras menjual produk Perusahaan kepada Konsumen dibawah Harga Konsumen Satuan (bukan berasal dari harga paket, promo, atau harga khusus) yang telah ditetapkan oleh Perusahaan pada lembar daftar harga konsumen satuan.
i. Mitra Usaha dilarang untuk mencantumkan harga dibawah Harga Konsumen Satuan dimanapun dan dalam bentuk apapun.
6. Penggunaan Nama Dagang dan Merek Dagang
a. Mitra Usaha tidak diperkenankan untuk menggunakan nama dagang dan/atau merek-merek dagang Perusahaan tanpa adanya ijin tertulis terlebih dahulu dari Manajemen Perusahaan.
Penggunaan nama dagang dan merek-merek dagang Perusahaan tersebut harus pada tempatnya. b. Mitra Usaha tidak diperkenankan mengiklankan Produk dan/atau program Perusahaan dengan menggunakan bahasa yang berbeda dari informasi atau literatur tertulis yang diterbitkan Perusahaan.
c. Mitra Usaha tidak diperkenankan menggunakan dan/atau menyebarkan segala bentuk informasi, literatur, dan/atau alat bantu penjualan, selain yang dikeluarkan oleh Perusahaan. 7. Bonus Mitra Usaha
a. Pemberian Bonus oleh Perusahaan kepada Mitra Usaha adalah didasarkan pembelian produk kepada Perusahaan yang diproses dalam program komputer sesuai Rencana Kompensasi Perusahaan. Bonus yang diberikan Perusahaan kepada Mitra Usaha dapat berupa:
- Bonus Fast Start adalah bonus yang diberikanoleh Perusahaan kepada Mitra Usaha dari penjualan pertama kepada Mitra Usaha baru setelah Mitra Usaha berada dalam posisi Qualified. Bonus yang diberikan sebesar Rp. 25.000,- per satu penjualan langsung.
- Bonus Pasangan adalah bonus yang diberikan oleh Perusahaan dimana Mitra Usaha memiliki pertumbuhan Mitra Usaha baru (downline) di kiridan di kanan secara berpasangan. Bonus ini bisa didapatkan jika Mitra Usaha telah dalam posisi Qualified.
- Bonus promo 100 hari adalah bonus yang diberikan oleh Perusahaan kepada Mitra Usaha baru yang telah mengunjungi dan melakukan klik di dalam member area masing-masing selama 100 hari sejak pendaftaran, dan setiap klik akan mendapatkan bonus sebesar Rp. 750,- per hari. Bonus ini akan dibayarkan seterlah Mitra Usaha dalam posisi Qualified.
- Bonus yang diberikan oleh Perusahaan kepada Mitra Usaha yang melakukan pembelian kembali produk, diberikan bonus sebesar 24% atau Rp.40.320,-. Dan bonus ini bisa didapatkan jika Mitra Usaha telah dalam posisi Qualified.
b. Pembayaran secara harian dilakukan mulai dari pukul 10.00. untuk perhitungan hari Jumat, Sabtu, dan Minggu akan dibayarkan pada Senin. Bila hari libur, bonus Mitra Usaha akan dibayarkan hari kerja berikutnya.
c. Pembayaran bonus Mitra Usaha melalui proses transfer bank kepada rekening Mitra Usaha. Batas nilai minimum yang ditransferkan adalah Rp.100.000,- (seratus ribu rupiah).
d. Setiap bonus yang diterima oleh Mitra Usaha akan dikurangi Pajak Penghasilan (PPh) sesuai aturan yang berlaku dalam sistem perpajakan di Indonesia.
e. Rewards atau penghargaan diberikan Perusahaan kepada Mitra Usaha yang memenuhi syarat dan kualifikasi berprestasi sebagaimana ditetapkan oleh Perusahaan berupa barang atau uang tunai.
f. Bagi Mitra Usaha yang sudah mendapatkan Rewards untuk mendapatkan Rewards selanjutnya maka perhitungan penjualan akan dimulai dari 0 (nol) kembali.

BAB VI

BERAKHIRNYA KEANGGOTAAN MITRA USAHA

1. Mengundurkan diri
a. Mitra Usaha dapat mengundurkan diri dengan mengajukan permohonan secara tertulis/email kepada Perusahaan.
b. Dalam halnya pengunduran diri Mitra Usaha tersebut, maka segala akibat hukum yang timbul terhadap pihak ketiga, berkaitan dengan aktifitas bisnisnya, menjadi tanggung jawab Mitra Usaha sepenuhnya.
2. Tidak renewal
Dalam hal Mitra Usaha telah habis Masa keanggotaannya dan tidak memperpanjang Masa Keanggotaan sesuai dengan ketentuan yang diberlakukan oleh Perushaaan, maka Masa keanggotaan Mitra usaha tersebut menjadi berakhir.
3. Meninggal dunia
Dalam hal Mitra Usaha meninggal dunia, maka masa keanggotaannya secara otomatis beralih kepada ahli waris yang tercantum dalam kontrak perjanjian keanggotaan Mitra usaha.
4. Pencabutan
a. Dalam hal diketahui adanya pelanggaran yang dilakukan oleh Mitra Usaha, yang dapat mengakibatkan dicabutnya keanggotaannya, maka berdasarkan surat keputusan, Perusahaan, setelah kepada yang bersangkutan diberikan peringatan, berhak mengakhiri keanggotaan Mitra usaha tersebut.
b. Dalam hal Mitra Usaha yang telah dicabut keanggotaannya merangkap menjadi Stokis maka secara otomatis status operasional Stokis juga akan ditutup oleh Perusahaan.
5. Mitra Usaha dinyatakan berakhir keanggotaannya apabila selama 1 (satu) tahun tidak pernah melakukan pembelanjaan.
6. Akibat berakhirnya keanggotaan Mitra Usaha, seluruh downline Mitra Usaha tersebut akan diberikan kepada upline-nya.

BAB VII

PENGGUNAAN WEBSITE DAN HAK ATAS KEKAYAAN INTELEKTUAL

1. Website yang merujuk kepada Perusahaan atau terhubung dengan Perusahaan dilarang menyampaikan klaim yang berlebihan dan tidak benar mengenai produk dan penghasilan yang akan didapatkan, dan harus mencantumkan secara jelas ditempat yang mudah terlihat bahwa website tersebut adalah website mandiri milik Mitra Usaha.
2. Website milik Mitra Usaha dilarang untuk memberikan pernyataan bahwa mereka adalah website resmi atau perwakilan resmi dari perusahaan serta dilarang untuk melakukan kegiatan, pendaftaran dan atau penjualan produk-produk secara online, meminta atau menerima pembayaran secara online atau melalui trasnfer.
3. Dalam halnya Mitra Usaha memiliki website, segala akibat yang timbul atas pembukaan website mandiri tersebut menjadi tanggung jawab sepenuhnya dari Mitra Usaha/pemilik website.

BAB VIII

JAMINAN

Perusahaan memberikan layanan jaminan dalam bentuk jaminan kepuasan (satisfactionguarantee), jaminan uang kembali (moneybackguarantee), dan jaminan pembelian kembali (buybackguarantee)
1. Perusahaan menjamin mutu dan pelayanan purna jual kepada Konsumen atas Produk yang dijual.
2. Perusahaan memberikan tenggang waktu selama 7 (tujuh) hari kerja sejak tanggal pembelian kepada Mitra Usaha dan Konsumen untuk mengembalikan Produk, apabila Produk tersebut masih layak jual.
3. Dalam hal Mitra Usaha mengundurkan diri atau diberhentikan oleh Perusahaan, Perusahaan dapat membeli kembali produk, bahan promosi (brosur, catalog, leaflet) dan alat bantu penjualan (stater kit) yang masih dalam kondisi layak jual.
4. Mekanisme pengembalian produk adalah sebagai berikut:
a. Konsumen atau Mitra Usaha menunjukkan nota asli pembelian produk yang sah.
b. Pemakaian produk tidak melebihi dari 30% (tiga puluh persen) dari volume produk.
c. Pengembalian produk bukan hasil rekayasa seperti pemalsuan, sengaja dirusak atau karena ketidak hati-hatian dalam penanganan atau penyimpanan.
d. Mitra Usaha atau Konsumen harus mengisi Formulir pengembalian Produk yang telah disediakan oleh Perusahaan.
5. Jika ada hal yang tidak sesuai, Perusahaan akan memberikan ganti rugi atas ketidaksesuaian tersebut berdasarkan bukti pembelian produk.

BAB IX

SURAT MENYURAT DAN PEMBERITAHUAN TERTULIS

1. Mitra Usaha wajib memberikan alamat yang sejelas-jelasnya serta menginformasikan kepada Perusahaan setiap terjadi perubahan alamat/tempat domisili dan cantumkan alamat email yang aktif. Setiap surat menyurat atau pengiriman dari Perusahaan kepada Mitra Usaha akan dialamatkan ke email yang tercantum dalam formulir pendaftaran atau alamat terakhir yang diterima oleh Perusahaan.
2. Setiap surat, dokumen atau pemberitahuan tertulis dari Perusahaan akan dianggap telah diterima oleh pemilik alamat pada saat surat tersebut diterima oleh Perusahaan jasa pengiriman surat dan dibayarkan jasa pengirimannya.
3. Perusahaan tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang terjadi dari tidak diterimanya surat, dokumen, kiriman dari perusahaan karena ketidak jelasan alamat atau tempat domisili Mitra Usaha.

BAB X

LARANGAN

1. Mitra Usaha dilarang untuk menyatakan diri sebagai karyawan atau bagian dari organisasi Perusahaan.
2. Seluruh karyawan Perusahaan tidak diperbolehkan merangkap profesi sebagai Mitra Usaha. Apabila seorang karyawan Perusahaan memutuskan untuk menjadi Mitra usaha, maka karyawan tersebut harus mengundurkan diri dari Perusahaan.
3. Mitra Usaha dilarang untuk bertindak mewakili Perusahaan dalam suatu kegiatan, pembuatan perjanjian, wawancara dan atau promosi dalam bentuk apapun kecuali mendapat ijin tertulis dari Perusahaan.
4. Mitra Usaha dilarang terlibat dalam praktek persaingan usaha tidak sehat dan melanggar aturan hukum yang berlaku, berdasarkan hal tersebut maka, bagi Mitra usaha yang terlibat dalam praktek dagang yang ilegal atau tidak sah secara hukum akan dikenakan sanksi oleh Perusahaan.
5. Mitra Usaha dilarang melakukan suatu perbuatan yang dapat berakibat mencemarkan dan/atau enjelekkan nama baik Perusahaan.
6. Mitra usaha dilarang menggunakan suatu aktifitas pertemuan Perusahaan untuk kepentingan lain, antara lain yang berhubungan dengan politik, SARA dan sebagainya.
7. Mitra Usaha tidak diperbolehkan mengubah baik menambah dan/atau mengurangi, sedemikian rupa program Perusahaan yang secara sah diterbitkan oleh Perusahaan untuk maksud-maksud tertentu. Dalam pengertian bahwa Mitra Usaha dilarang menciptakan sistem selain daripada sistem yang ada dalam program Perusahaan.
8. Mitra Usaha dilarang melakukan tindakan menghasut, dan/atau perbuatan lain yang menyebabkan Mitra Usaha lain pindah/masuk sebagai anggota perusahaan MLM lain atau perusahaan yang sejenis.
9. Mitra Usaha dilarang menjual produk-produk Perusahaan tidak sesuai dengan harga yang telah ditetapkan.
10. Mitra Usaha tidak diperbolehkan untuk menjual atau memasarkan produk-produk Perusahaan yang belum secara resmi diedarkan oleh Perusahaan.
11. Mitra Usaha tidak diperbolehkan untuk menjual produk-produk Perusahaan yang telah kadaluarsa.
12. Mitra Usaha tidak diperbolehkan untuk mempengaruhi, membujuk, menawarkan bantuan keuangan atau bantuan lainnya baik secara langsung maupun tidak langsung kepada orang yang telah menjadi Mitra Usaha dengan maksud agar yang bersangkutan tersebut pindah kedalam jaringannya atau jaringan lain.
13. Mitra Usaha tidak diperbolehkan untuk menyampaikan informasi yang berlebihan dan atau menyampaikan kepada pihakmanapun bahwa produk-produk Perusahaan dapat berfungsi sebagai obat.
14. Mitra Usaha tidak diperbolehkan untuk mengubah, mengurangi, menambahkan sesuatu, memodifikasi, mengganti label dan atau kemasan, isi kemasan produk-produk Perusahaan yang diperjual-belikan baik sebagian atau seluruhnya.
15. Mitra Usaha tidak diperbolehkan untuk memberikan jaminan diluar dari ketentuan yang telah ditetapkan oleh pihak Perusahaan. Melakukan penipuan, penghinaan, penganiayaan atau tindakan lain yang tergolong dalam tindak pidana kepada sesama distributor atau karyawan perusahaan. 16. Mitra Usaha tidak diperbolehkan melakukan pembatasan wilayah kepada Mitra Usaha lainnya serta mengklaim berhak atas suatu kawasan atau wilayah tertentu.
17. Mitra Usaha tidak diperbolehkan memberikan informasi yang meremehkan, menghina, menyesatkan atau membuat perbandingan yang buruk tentang produk, sistem dan layanan dari perusahaan lain yang sejenis.
18. Mitra Usaha dilarang menggunakan lambang, slogan dan merek dagang Perusahaantanpa persetujuan dari managemen Perusahaan.
19. Mitra Usaha dilarang mempengaruhi dan mengambil (hi-jacking) Mitra Usaha dari jaringan lain untuk masuk sebagai down-line nya atau dalam jaringannya.
20. Mitra Usaha dilarang mensponsori, menganjurkan, membujuk Mitra Usaha lainnya dengan cara apapun untuk pindah ke perusahaan MLM lain.
21. Mitra Usaha dilarang menjual Produk Perusahaan dibawah harga yang telah ditentukan oleh Perusahaan.

BAB XI

SANKSI-SANKSI

1. Dalam hal Mitra Usaha diketahui melakukan pelanggaran terhadap Kode Etik dan/atau peraturan-peraturan dan/atau ketentuan-ketentuan lain yang diberlakukan oleh Perusahaan, maka Perusahaan berhak untuk memberikan sanksi berupa:
a. Surat teguran
b. Peringatan
c. Pembekuan keanggotaaan sementara serta penundaan pemberian bonus, hak-hak dan atau keuntungan-keuntungan lainnya
d. Pencabutan keanggotaan Mitra Usaha
2. Pemberian sanksi tidak wajib mengikuti tata urutan sebagaimana point 1 diatas, namun disesuaikan dengan tingkat pelanggaran yang dilakukan oleh Mitra Usaha berdasarkan penilaian Perusahaan. Dalam hal ini Perusahaan berhak untuk menilai dan menentukan tingkat pelanggaran yang dilakukan oleh Mitra Usaha berserta sanksinya.
3. Dalam hal terjadi pelanggaran yang menyebabkan keanggotaan Mitra Usaha tersebut dicabut, maka segala fasilitas, bonus dan reward, dan penghasilan-penghasilan tertentu yang belum diterima oleh Mitra Usaha sehubungan prestasi yang dicapai akan diberikan terlebih dahulu. Setelah hal tersebut dilakukan maka selanjutnya tidak diberikan sehubungan pencabutan keanggotaan.
4. Perusahaan berhak melakukan peninjauan kembali terhadap sanksi yang telah dijatuhkan apabila dianggap perlu, tanpa pemberitahuan terlebih dahulu kepada Mitra Usaha.
5. Sanksi yang dijatuhkan oleh Perusahaan kepada Mitra Usaha akan diberitahukan kepada yang bersangkutan dalam bentuk tertulis.
6. Mitra Usaha yang keberatan dengan pemberian sanksi dapat mengajukan surat keberatan atas pemberian sanksi tersebut dengan menyatakan alasan-alasannya dalam waktu 15 (limabelas) hari sejak menerima surat pemberitahuan pemberian sanksi.
7. Apabila dalam waktu 15 (limabelas) hari tersebut Mitra Usaha tidak mengajukan surat keberatan, maka Perusahaan akan menganggap bahwa yang bersangkutan telah menerima pemberian sanksi tersebut dan melepaskan hak jawabnya, dan dengan demikian maka sanksi dapat diberlakukan sejak tanggal surat pemberian sanksi ditanda tangani.
8. Terhadap pengaduan palsu yang masuk ke Perusahaan, dikategorikan sebagai perbuatan yang tidak etis dan akan dikenakan tindakan oleh Perusahaan.
9. Sanksi pencabutan keanggotaan akan diberikan apabila menurut penilaian Perusahaan Mitra Usaha melakukan pelanggaran berat, antara lain:
a. Memberikan informasi yang tidak benar pada saat pengisian Formulir Permohonan Mitra Usaha berikut dengan perubahan-perubahannya.
b. Melanggar Kode Etik dan peraturan lain yang ditetapkan oleh Perusahaan, yang mengakibatkan kerugian bagi Mitra Usaha lain dan atau Perusahaan.
c. Mencemarkan nama baik Perusahaan termasuk Karyawan, Manajemen Perusahaan, Mitra Usaha lain serta Produk Perusahaan.
d. Menjual Produk Perusahaan dengan harga dan sistem di luar ketentuan yang telah dietapkan oleh Perusahan.
e. Mengatasnamakan Perusahaan dalam aktivitas pertemuan tanpa ijin tertulis dari Perusahaan.
f. Mempengaruhi atau mengajak Mitra Usaha Perusahaan, untuk menjadi anggota perusahaan MLM lain ataupun memasarkan produk sejenis yang merupakan produk saingan dari produk Perusahaan.
g. Bergabung dengan Multi Level Marketing (MLM) lain.

BAB XII

PENYELESAIAN PERSELISIHAN

Dalam hal terjadi perselisihan antara Mitra Usaha dengan Mitra Usaha lainnya, penyelesaian perselisihan dilakukan melalui:
1. Mediasi: Perusahaan akan mengundang kedua belah pihak untuk melakukan mediasi selambatnya 14 (empat belas) hari setelah surat undangan dikeluarkan.
2. Penyelesaian perselisihan oleh Perusahaan akan dilakukan dalam jangka waktu selambatnya 30 (tiga puluh) hari melalui pengambilan tindakan bagi Mitra Usaha yang terbukti melanggar Kode Etik dengan memberikan teguran sampai pencabutan keanggotaan.
3. Penyelesaian perselisihan oleh Perusahaan dilakukan dengan mengacu kepada Kode Etik perusahaan yang berlaku.
Dalam hal terjadi perselisihan antara Mitra Usaha dengan Perusahaan:
1. Perusahaan dalam hal penyelesaian perselisihan mengedepankan penyelesaian secara musyawarah dan kekeluargaan.
2. Apabila perselisihan antara Mitra Usaha dan Perusahaan terkait dengan Kode Etik Peraturan Mitra Usaha ataupun peraturan lainnya yang dikeluarkan oleh Perusahaan, maka perselisihan tersebut akan diselesaikan sesuai dengan prosedur-prosedur hukum serta persyaratan administrasi yang berlaku di Badan Arbitrase nasional Indonesia (BANI). Keputusan dan Ketentuan dari BANI bersifat mutlak dan mengikat para pihak.
3. Segala biaya yang timbul dalam perselisihan ini akan ditanggung oleh para pihak atau mengikuti ketentuan yang dikeluarkan oleh BANI.

BAB XIII

PENUTUP

1. Ketentuan-ketentuan yang telah diatur secara spesifik dalam Kode Etik ini menggantikan ketentuan-ketentuan dalam Kode Etik sebelumnya.
2. Hal-hal yang belum diatur dalam Kode Etik ini, akan diatur lebih lanjut oleh Perusahaan dalam Addendum Kode Etik.Perusahaan akan melakukan amandemen terhadap Kode Etik ini apabila terdapat kesalahan dan/atau kekeliruan dalam Kode Etik ini. Dalam hal Amandemen Kode Etik, Perusahaan akan melakukan sosialisasi selama 30 (tiga puluh) hari sebelum Kode Etik yang telah diamandemen diberlakukan.
3. Kode Etik dan Peraturan Mitra Usaha ini berlaku bagi seluruh Mitra usaha yang terdaftar di seluruh Indonesia tanpa terkecuali.
4. Dalam hal penegakan Kode Etik ini, Mitra Usaha dapat melakukan pengaduan tertulis dilengkapi dengan identitas pelapor serta bukti-bukti pendukung, terhadap suatu peristiwa atau kejadian yang telah merugikan dirinya atau nama baik Perusahaan atau terhadap setiap pelanggaran Kode Etik yang telah diketahuinya.
5. Apabila terdapat beberapa ketentuan yang belum diatur dalam Kode Etik ini dan dianggap berpotensi menimbulkan masalah, maka hal tersebut akandiputuskan berdasarkan pertimbangan dari Manajemen Perusahaan.
6. Setiap perubahan yang dilakukan terhadap marketing plan dan perubahan terhadap kode etik ini akan dilaporkan dan mendapat persetujuan Pemerintah.


Kode Etik ini mulai berlaku efektif sejak ditetapkan.
Ditetapkan di Kota Surabaya